Langsung ke konten utama

Postingan

Siang, Terik dan Peluh

Sejenak menikmati Siang itu seperti ini, dengan berlembar kertas , bacaan , obroloan   dan alunan music dari layar tipis 20 inci. Deretan meja dan kursi yang teratur ditinggal empunya yang lagi istirahat sejenak melepas peluhnya aktifitas sedari pagi. Masih sedikit beruntung ruangan yang cukup sejuk tuk tetap tak beranjak dibandingkan dengan hari-hari kemarin yang gerah karena mbah PLN yang lagi ingin juga beristirahat… alih-alih penghematan anggaran atau bisa jadi pula perbaikan jaringan.. Entahlah… Siang ini memang terik seperti Nampak dari kaca. Memaksa mata menjadi cina sesaat menghalau sinar yang datangnya tanpa ampun dan nampaknya kemarau memang masih panjang.., tapi siang adalah cinta , anugerahNya yang merupakan bagian dari siklus hari yang harus dilewati sepanjang waktu. Menanti siang adalah keinginan, seperti pagi dan malam. Pagi dengan kesejukan, siang adalah kehangatan dan keceriaaan dan malam adalah keheningan, ketenangan mengistirahatkan raga, jiwa dari pen...

Jalan Tuhan

Terkadang kita dihadapkan pada persoalan-persoalan pelik yang sepertinya tak kunjung selesai. Persoalan yang datang seakan membuat kita merutuk mengapa, kenapa, kok bisa dan sederetan pertanyaan, penyataan-pernyataan hati yang lain. Apakah itu membuat kita bosan, jenuh bahkan marah..? bertengakar pada diri sendiri.., pada keadaan dan kadang pula menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya.. padahal tidaklah demikian. Hal itu hanyalah sebagai hubungan sebab akibat yang timbul dari perlakuan kita sendiri atau bolehlah sebgai faktor koreksi diri untuk membentuk pribadkat keii-pribadi yang baik bahkan mungkin lebih baik lagi. Tidakkah Tuhan memberikan masalah untuk menaikkan tingkat keimanan kita..?? layaknya hidup ini adalah sekolah yang tiap naik kelas harus melewati ujian...yang kadang susah kadang pula gampang tergantung bagaimana kita menyikapinya. Ingat sebuah pepatah bijak " Semakin Pohon Angin maka makin Tinggi pula Anginnya "  “ Dan Tuhamu berfirman : “Berdo’alah k...
Disudut asa kubentang sederet rasa yang tak ingin ku kenal merapuh diantara tiang-tiang keras melawan keangkuhan .. Disudut asa kubentang cinta yang ingin ku sebar.. membujuk pada kasih-kasih setia yang langka dan Waktu mengalun berjawab yang padaNYA ku berserah.. selasa,21oktober 2014 hening dikeping Hati

Pernikahan

Pernikahan ***          Bahagiamu terengkuh dalam bahtera Rumah Tangga                 Semoga ini pertama dan terakhir dalam hidupmu                 Menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah                 Tempat berbagi, bersandar, menjalankan amanah hidup     Sebagai Pelengkap ibadah menuju ridha ilahi… Hari bahagia itu datang setelah lama ia menunggunya dalam harap cemas dalam rapalan doa-doa panjang disetiap sujudnya. Kebahagiaan sepertinya harus dicari   dan diperjuangkan ditengah cibiran dan cerita-cerita aneh yang tak masuk akal. Ya… ia memperjuangkannya. Usia tak menjadikannya penghalang ,komunikasi yang aktif dan saling pengertian menjadikan perekat bagi cinta kedua...

satu waktu dalam dua beda

Ia Lahir dari cinta cinta kasih kedua orang tuanya, Mungil, diam tak banyak bergerak dia pun hanya tidur dalam lelap dalam dekap hangat ibunya Hanya Tangis mengisyaratkan kehendaknya Kulukiskan wajah ibunya sumringah Ayahnya pula tak kalah  Mereka Bahagia dalam ruang jack and Rose

Harmoni

Dalam Harmoni dia yang merajuk pada hujan Kiranya kau turun dalam kering kiranya kau henti dalam basah yang berkepanjangan Ada kasih yang tak Henti ada pula marah yang tak berkesudah terkumpul di ruang sendiri satu, terkepal dalam rapal-rapal panjang tak merutuk.. karena keyakinan tlah menjaganya

Beda

Terkadang perbedaan menjadi sebuah bumerang, namun kadang pula adalah sebuah keindahan pemikiran. (jika dalam pandangan bijak). Menjadi sesuatu yang lain atau bahkan terkecil dari sebagian orang banyak terkadang menimbulkan perbedaan pemahaman yang bisa diterima dan adapula bisa ditolak atau bahkan terkucilkan. Menjadi golongan minoritas dari kalangan mayoritas dengan setampuk kekuatan dan kekuasaan dapat memupuk ruang-ruang kekerdilan,tekanan dan himpitan yang jika semakin terasah menimbulkan desakan keluar. bisa jadi obyek pergi atau melakukan perlawanan. Itu bukanlah hal yang mustahil terjadi. Menyikapi keberagaman dalam satu payung layaknya pelangi. bukankah ia menciptakan keindahan..??  Berbeda bukan berarti kita musuh, adalah menghormati dan menghargai menjadi perekat atas paduan kehidupan berdampingan yang harmonis.  Bukankah Tuhan menciptakan perbedaan dalam keberagaman bukan untuk menimbulkan kekacauan..?? Damai lebih baik.. Mokoau dalam mendung..11072014...