Langsung ke konten utama

Siang, Terik dan Peluh



Sejenak menikmati Siang itu seperti ini, dengan berlembar kertas , bacaan , obroloan  dan alunan music dari layar tipis 20 inci. Deretan meja dan kursi yang teratur ditinggal empunya yang lagi istirahat sejenak melepas peluhnya aktifitas sedari pagi. Masih sedikit beruntung ruangan yang cukup sejuk tuk tetap tak beranjak dibandingkan dengan hari-hari kemarin yang gerah karena mbah PLN yang lagi ingin juga beristirahat… alih-alih penghematan anggaran atau bisa jadi pula perbaikan jaringan.. Entahlah…
Siang ini memang terik seperti Nampak dari kaca. Memaksa mata menjadi cina sesaat menghalau sinar yang datangnya tanpa ampun dan nampaknya kemarau memang masih panjang.., tapi siang adalah cinta , anugerahNya yang merupakan bagian dari siklus hari yang harus dilewati sepanjang waktu.

Menanti siang adalah keinginan, seperti pagi dan malam. Pagi dengan kesejukan, siang adalah kehangatan dan keceriaaan dan malam adalah keheningan, ketenangan mengistirahatkan raga, jiwa dari penatnya waktu.

Masih belum beranjak ..masih disini seperti siang-siang kemarin dengan sederet kertas dan ratusan bahkan jutaan kata yang siap diolah menjadi laporan-laporan kaku bertanda tangan.

@office 
seperti siang  26 Nov 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untitled

cerita ini bukanlah sebuah perpisahan tetapi... Awal sebuah pertemuan yang baru.. Bertemu dalam cerita baru yang lebih seru... tentang Kisahmu.. Kisah kita.. yang kau jalani dalam ruang yang berbeda... Kita masih dalam tempat yang sama kawan... Dalam semesta yang mengalurkan cerita-cerita kamu, kita dan semua.. Bersama Slamanya...dalam Hati, ingatan dan Ukhuwah.. Buburanda 12January2017 "Ketika Mutasi Erna, dan BNNP NTB"  Salam sayang, Hangat dan Sukses buatmu dan Keluarga

Berkunjung ke Gramedia

Buku selalu menjadi teman setiaku, membacanya hingga habis. Mencoba memahami dari tiap kalimat yang disampaikan penulisnya. Ya..buku pula menjadi acuan, referensi dan inspirasi. Buku selalu meberikan banyak sumbangan pengetahuan yang tak terhingga.tapi dengan syarat kita harus suka membacanya. Liburan akhir pekan dan tambahan cuti bersama Natal adalah waktu yan saya tunggu. Tentulah saat-saat seperti ini adalah waktu yang tepat tuk merilekskan sejenak pikiran dan tenaga dari rutinitas kerja kantor. Seperti biasa saya menyempatkan diri tuk pulang ke rumah (kendari) kumpul bersama keluarga, tetapi jika itupun ada rezki lebih. Kebersamaan dan rumah selalu membangkitkan semangat dan kerinduan tuk pulang. Berkumpul dan berbagi cerita Mungkin itulah berlaku tuk orang-orang yang jauh dan berada diperantauan. Seperti biasa pula, kebiasaan yang tak pernah hilang berkumpul bersama teman-teman meski sekedar nongkrong namun mempererat terus silaturahim. Tak lupa Gramedia selalu me...

Terima Kasih

Mengungkap terimakasih adalah kelayakan atau kewajiban kita kepada sesama yang telah memberi kita sesuatu, apalagi itu kepada Tuhan Semesta Alam. Terimakasih tidak hanya jika pemberian itu suatu kebaikan, tapi jika itu adalah suatu keburukan (bagi saya), Kenapa..? karena keduanya masing-masing memberikan kontribusi yang sama tapi nilainya saja yang berbeda. Pemberian kebaikan adalah wujud atas respon kebaikan yang telah diberikan pula, bagaimana dengan keburukan…? Keburukan adalah cermin diri, Dengan keburukan kita telah dituntun dan ditunjukkan suatu hal-hal kebaikan. kita menjadi lebih belajar, Belajar dari semua proses yang terjadi, membuka mata dan hati sesungguhnya inilah diri kita serta mengetahui apa yang menjadi kekurangan. Ini adalah bentuk penghargaan yang pahit tapi manis Seperti Kopi. Kebaikan dan Keburukan adalah sama tapi beda. Bernilai positif dan negative, tergantung dari sudut mana kita berdiri untuk menilai. Kebaikan memang baik, tapi keburukan sepertinya jangga...