Cuaca Hari ini seakan turut mendukung kepergiannnya, mengantarkan ke tempat yang paling akhir yang di tempuh dari perjalanan kehidupan seorang manusia. Tempat peristirahatan yang paling kekal, sunyi dan damai. kembali ke Haribaan-Nya. Setiap yang hidup akan mengalami Kematian sebagai titik klimaks dari sebuah perjalanan. Dan hal ini tak satupun yang dapat mengelak, membantah, menolak ataupun menghindarinya. Sebuah takdir dari ilahi. Inilah Qadha dan Qadharnya. Negara hari ini berkabung, kehilangan seorang abdi bangsa. Mengheningkan cipta sejenak, mengantarkannya ke pusara dalam upacara penghormatan terakhir di desa tempatnya bertugas. Lirih dalam rintihan tangis keluarga yang ditinggalkan dan Ibu pertiwi dalam rintikan hujan mengantarnya ke peristirahatan yang panjang. (gbr. Ilustrasi mbah Google) Baru kemarin saya menulis tentangnya, dalam tulisan babinsa pasukan sigap ( Kamis,29/3/2012 ). Sesosok bapak yang sigap. Seorang babinsa (Bintara Pembina Desa) yang siap, tanggap cepat dan ta...